Rabu, 05 Mei 2010

Kurang Maupun Kebanyakan Tidur Dari Enam Jam Bisa Cepat Mati

Hati-hati jika Anda sering kurang tidur atau mengalami kesulitan tidur. Para peneliti medis di Italia menyimpulkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam setiap harinya, 12 persen lebih cepat mati--sebelum usia 65--ketimbang mereka yang tidur antara 6 sampai 8 jam sehari.

Tim peniliti dari Universitas Warwick dan Universitas Federico II di Naples telah melakukan analisa terhadap 16 macam studi yang melibatkan 1,3 juta orang responden sebelum mengambil kesimpulan itu.

Mereka menyatakan bahwa studi telah membuktikan kesulitan tidur berkaitan langsung dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes tipe 2 dan kadar kolesterol tinggi.

Namun demikian, para peniliti itu juga menyatakan bahwa tidur yang berlebihan juga bisa menyebabkan kematian dini. Disebutkan bahwa mereka yang tidur lebih dari 9 jam sehari, 30 persen lebih cepat mengalami kematian dini. Tidur terlalu lama bahkan bisa menajdi pertanda bahwa seseorang tengah mengalami penyakit tertentu seperti depresi dan beberapa jenis kanker.

Profesor Francesco Cappuccio, Pemimpin Tim Sleep, Health and Society Programme di Universitas Warwick mengatakan, "Jika tidur yang terlalu pendek bisa merusak kesehatan, maka tidur terlalu lama adalah tanda-tanda seseorang yang tidak sehat." Karena itu tidurlah dalam waktu yang cukup, yakni antara 6 sampai 8 jam sehari.

Rabu, 31 Maret 2010

Rumah Dengan Lingkungan Sehat

Keputusan untuk membeli atau membangun sebuah rumah setidaknya harus mempertimbangkan faktor-faktor lokasi perumahan yang strategis, kemudahan aksesibilitas dan transportasi dari dan ke tempat tujuan rutin, seperti pasar, pusat perbelanjaan, tempat kerja, tempat ibadah, sekolah, atau rumah sakit.

Bagi yang memilih rumah di lokasi perumahan baru yang bertebaran di daerah peri-peri pinggiran kota dan mengandalkan kendaraan umum, perhatikan sarana transportasi yang tersedia, mulai dari becak, delman, ojek sepeda motor, bajaj, angkutan kota (angkot), minibus, bus antarkota, hingga kereta api. Tempat mangkal, terminal bayangan, terminal atau stasiun dan jadwal keberangkatan kendaraan harap dicatat untuk memastikan waktu keberangkatan pergi dan pulang ke tempat kerja maupun sekolah yang membutuhkan ketepatan waktu.

Yang memiliki kendaraan pribadi perlu mempelajari rute- rute jalur utama, jalur alternatif, dan jalan tikus tersingkat menuju ke berbagai tempat tujuan kerja dan sekolah. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tempat tujuan rutin. Pada jam-jam berapa puncak kepadatan lalu lintas yang rawan kemacetan biasa berlangsung.

Di samping akibat kesemrawutan tata ruang kota, kekurangcermatan pemilihan lokasi rumah tanpa mempertimbangkan perihal sarana transportasi dapat menyebabkan sebuah keluarga bapak, ibu, dan bahkan anak-anak terpaksa berangkat pagi sekali (pukul 05.30) dan tiba malam hari (21.00) setiap hari kerja Senin-Jumat. Praktis rumah hanya berfungsi sebagai tempat menumpang tidur belaka, tanpa sempat menikmati hidup nyaman di dalam rumah.

Konsumen harus memperhatikan secara jeli kondisi lingkungan sekitar perumahan.

Apakah lokasi perumahan dan lingkungan sekitar bebas banjir pada masa kini dan mendatang? Tentunya bukan sekedar
perumahan murah. Jika lokasi dekat terminal, amati tingkat kebisingan suara, pencemaran udara, dan rawan kejahatan. Lokasi dekat pasar rawan kejahatan, risiko pencemaran udara (bau), dan sampah yang menggunung. Lokasi dekat kawasan industri pabrik berat berisiko pencemaran udara, air, dan suara. Lokasi dekat kawasan jalur tegangan tinggi juga berpotensi terkena pencemaran energi listrik dan magnetik yang berbahaya untuk kesehatan jangka panjang.

Konsep kota hunian maupun permukiman berwawasan lingkungan sebaiknya selaras dengan lingkungan asli sekitar. Lingkungan asri, udara segar, ketersediaan air bersih, dan aman. Keasrian suasana lingkungan perumahan dapat dilihat dan dirasakan betul pada saat konsumen melintas dan memasuki kawasan perumahan tersebut. Suasana itu hanya dapat tercipta dengan kerindangan pepohonan besar yang tumbuh optimal, bentuk topografi lahan yang mengikuti topografi alam sekitar, tersedianya taman-taman lingkungan dengan desain menarik.

Tinggal di negeri tropis seperti Indonesia, dengan suhu udara panas dan kelembaban udara yang tinggi sepanjang tahun, mau tidak mau membutuhkan suasana rumah dan lingkungan sekitar rumah yang teduh. Keteduhan tidak hanya dengan berlindung di dalam rumah, tetapi bagaimana menciptakan keteduhan di lingkungan sekitar rumah kita sendiri.

Setelah mempelajari suasana lingkungan, langkah selanjutnya adalah periksa ketersediaan dan kualitas dan kelayakan air minum, air diperoleh dari PAM, pompa tangan, atau pompa mesin. Apakah kesulitan air bersih terutama di musim kemarau.

Jangan anggap remeh soal sampah. Pelajari bagaimana pengelolaan dan pengangkutan sampahnya, apakah dikelola sendiri atau disediakan tempat penampungan sementara. Jangan juga memilih asal
perumahan murah. Ada hal lebih penting daripada itu.

Cokelat Buat Jantung

Manfaat cokelat, khususnya cokelat hitam, untuk mencegah penyakit jantung makin mendapat pengakuan. Penelitian terbaru menunjukkan, konsumsi cokelat dalam dosis kecil setiap harinya mampu memangkas risiko stroke dan serangan jantung hingga 40 persen.

Sejumlah peneliti dari Jerman melaporkan, orang yang makan sekitar 6 gram cokelat atau sekitar satu persegi empat, memiliki risiko 39 persen lebih rendah terkena stroke atau serangan jantung. Dalam studi ini, para peneliti mengikuti riwayat kesehatan 20.000 orang selama enam tahun.

Senyawa flavonoid yang dipunyai cokelat hitam diyakini menjadi dalang dari khasiat cokelat untuk jantung. Flavonoid merupakan kelompok antioksidan yang juga ditemukan pada tanaman teh, sayuran, dan red wine. Riset membuktikan, 1,5 ons batang cokelat hitam memiliki 800 mg antioksidan, lebih banyak dari antioksidan di secangkir teh.

Para peneliti yakin, senyawa itu dapat menetralkan efek buruk radikal bebas yang berniat menghancurkan sel-sel dan jaringan tubuh. Flavonoid juga membantu otot-otot di pembuluh darah melebar sehingga aliran darah menjadi lancar.

"Mungkin sedikit terlambat untuk merekomendasikan orang makan lebih banyak cokelat. Tapi, jika orang mau mengganti camilan tinggi lemak atau bergula dengan sepotong kecil cokelat, mungkin akan berguna bagi kesehatannya," kata Brian Buijsse, pakar epidemiologi nutrisi dari German Institute of Human Nutrition.

Kendati begitu, para ahli juga mengingatkan bahaya cokelat yang dikonsumsi terlalu banyak terhadap kegemukan. Padahal, kegemukan sendiri merupakan faktor risiko masalah jantung.

"Hasil studi ini tidak menyarankan kita untuk terus makan cokelat setiap hari karena kita akan menjadi gemuk," kata Dr Robert Eckel, mantan Presiden American Heart Association. Ia menambahkan, cokelat memang kaya akan antioksidan, tapi masih dibutuhkan studi lebih mendalam untuk melihat manfaat langsung cokelat terhadap kesehatan jantung.

Rabu, 24 Maret 2010

DEPKES RI (FAKTA SEPUTAR HIV/AIDS)

Permasalahan HIV/AIDS telah sejak lama menjadi isu bersama yang terus menyedot perhatian berbagai kalangan, terutama sektor kesehatan. Namun sesungguhnya masih banyak informasi dan pemahaman tenatang permasalahan kesehaan ini yang masih belum diketahui lebih jauh oleh masyarakat.

Apa dan bagaimana HIV/AIDS, berikut ini akan disajikan fakta-fakta seputar HIV/AIDS.

1. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin (air mani atau cairan vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi.
2. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertukar oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun.
3. HIV dapat menular ke orang lain melalui :
* Hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV.
* Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian
* Mendapatkan tarnsfusi darah yang mengandung virus HIV
* Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI)
4. HIV tidak ditularkan meallui hubungan sosial yang biasa seperti jabatan tangan, bersentuhan, berciuman biasa, berpelukan, penggunaan peralatan makan dan minum, gigitan nyamuk, kolam renang, penggunaan kamar mandi atau WC/Jamban yang sama atau tinggal serumah bersama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
5. ODHA yaitu pengidap HIV atau AIDS. Sedangkan OHIDA (Orang hidup dengan HIV atau AIDS) yakni keluarga (anak, sitri, suami, ayah, ibu) atau teman-teman pengidap HIV atau AIDS.
6. Sebagian besar (lebih dari 80%) infkesi HIV diderita oleh kelompok usia produktif (15-49 tahun) terutama laki-laki, tetapi proporsi penderita HIV perempuan cenderung meningkat. Infeksi pada bayi dan anak, 90 % terjadi dari Ibu pengidap HIV.
7. Hingga beberapa tahun, seorang pengidap HIV tidak menunjukkan gejala-gejala klinis tertular HIV, namun demikian orang tersebut dapat menularkan kepada orang lain. Setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala.
8. Tanda-tanda klinis penderita AIDS :
* Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
* Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
* Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan
* Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis
* Dimensia/HIV ensefalopati
9. Gejala minor :
* Batuk menetap lebih dari 1 bulan
* Dermatitis generalisata yang gatal
* Adanya Herpes zoster multisegmental dan berulang
* Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
10. Kelompok rawan tertular virus HIV penyebab AIDS HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu :
* Orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom
* Pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama
* Pasangan seksual pengguna narkoba suntik
* Bayi yang ibunya positif HIV
11. HIV dapat dicegah HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penualaran, yaitu ;
* Menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko
* Tidak menggunakan jarum suntik secara bersam-sama
* Sedapat mungkin tidak memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV
12. Apakah Sudah ada Obat AIDS
Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat. Obat ini harus diminum sepanjang hidup.

Sumber : Wikipedia

Selasa, 23 Maret 2010

Obat Jerawat Berpotensi Lawan AIDS
Selasa, 23 Maret 2010 | 19:28 WIB
Ilustrasi


NEW YORK, — Obat jerawat yang sudah dikenal selama bertahun-tahun dan berharga murah ternyata mampu mencari target sel imun yang terinfeksi, seperti virus HIV yang sedang tidur, sebelum mereka kembali dan menyebarkan infeksi.

Para peneliti dari Amerika Serikat mengatakan, obat antibiotik, minocycline, yang selama ini lebih banyak dipakai untuk mengatasi jerawat, punya kekuatan untuk melawan HIV. Jika obat ini ditambahkan ke dalam standar terapi pengobatan AIDS, hasilnya diyakini akan lebih besar lagi.

"Saat ini, fokus para ahli dalam mengatasi HIV adalah menjaga agar virusnya tetap terkunci dalam keadaan tidur. Apabila obat-obatan yang ada saat ini efektif untuk mencegah terjadinya replikasi virus, minocycline adalah senjata lain untuk melawan virus," kata Janice Clement, profesor molekuler dari Johns Hopkins University School of Medicine, AS.

Dia menambahkan, minocycline bekerja dengan target sel imun, yang disebut sel-T, dan membuatnya tidak bisa bereproduksi. Dengan demikian, HIV jadi sulit untuk menyebar dan menyebabkan AIDS.

"Obat ini akan memberikan hasil yang baik karena targetnya sangat spesifik," kata Gregory Szeto, yang meneliti tentang virus di laboratorium. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Infectious Diseases.